Ilmu
kedokteran Tiongkok zaman dulu, adalah sangat maju, dari zaman ke zaman
telah muncul tidak sedikit dokter-dokter kenamaan yang tekniknya tak
ada taranya, misalnya Pian Que --di akhir masa Chun Qiu (407-310 SM),
Hua Tuo --di akhir Dinasti Han Timur (25-220 M), Dong Feng serta Zhang
Zhong Jing (tiga orang dokter ajaib dari Jian An 196-220 M), Huang Pumi
dari Dinasti Han Timur (25-220 M), Ge Hong pada Dinasti Cin Timur
(317-420 M), raja obat Sun Simiao (Dinasti Tang 618-907 M), Zhu Zhen
Heng dari Dinasti Yuan 1271-1368 M (salah satu dari 4 dokter besar pada
Dinasti Jin dan Yuan) dan Li Shi Zhen (dokter suci/Dinasti Ming
1368-1644 M) dan sebagainya.
Prestasi ilmu kedokteran mereka sangat menonjol, dari dokter-dokter
agung ini dipilih beberapa tokoh-tokoh representatif, diceritakan
secara ringkas dari persembahan mereka terhadap ilmu kedokteran.
Berikut ini akan diperkenalkan dokter-dokter ternama China, yang ahli
dalam berbagai ilmu penyakit, termasuk penyakit wanita.
Pian Que
Pian Que (Akhir Masa Chun Qiu, 407-310 SM). Pian Que mampu mendiagnosa
penyakit dengan sangat menakjubkan, cukup melihat warna dan ekspresi
muka pasien saja, sudah bisa menjelaskan ikhtiar kondisi penyakitnya
dan lewat empat macam pemeriksaan (meraba nadi, melihat air muka dan
tubuh, mendengar suara dan mencatat bentuk kelainan) dapat mendeteksi
serta memberi resep pengobatan obat dengan tepat. Beliau seorang ahli
penyakit dalam, kulit dan bedah, penyakit wanita serta anak-anak, dan
akupunktur.
Yang membuat orang terkagum-kagum adalah bahwa Pian Que pernah
menyelesaikan operasi pencangkokan jantung dengan sukses. Berdasarkan
buku Liezi Tangwenpian pada zaman Chun Qiu, di negara Lu seorang
bernama Gong Hu dan di negara Zao seorang bernama Qi Ying jatuh sakit,
keduanya minta berobat pada Pian Que. Setelah diperiksa dengan teliti,
tidak saja berhasil mendiagnosa penyebab penyakit luar mereka, malah
sampai penyakit dari watak bawaan mereka yang berbeda itu pun berhasil
didiagnosa, akhirnya tidak saja mengganti jantung, tapi sekaligus
mengubah watak asli mereka, berbeda dengan watak asalnya. Setelah
jantungnya diganti, kehidupan mereka tetap seperti sedia kala,
pembedahan tersebut terjadi di antara tiga sampai empat ratus tahun
sebelum Masehi, sangat mungkin merupakan orang yang melakukan
pencangkokan jantung paling dini dalam sejarah peradaban umat manusia
kali ini.

Gambar foto Pian Que tokoh tabib pengobatan Tiongkok china kuno
Dewasa ini ilmu pengetahuan Barat hingga zaman modern ini baru muncul
pencangkokan jantung, sedangkan tingkat keberhasilannya tidak seratus
persen, setelah dilakukan pencangkokan jantung maka pasien harus minum
obat, dan harus sering periksa kembali ke rumah sakit, bahkan ada yang
terjadi komplikasi penyakit lain atau dilakukan pembedahan kembali
karena penyakit jantungnya kambuh. Dalam proses pembedahan pada umumnya
dilakukan bersama beberapa dokter dan perawat, fasilitas-fasilitas yang
digunakan pun banyak sekali. Namun dalam kisah Pian Que itu dapat kita
lihat bahwa pencangkokan jantung tadi dapat dilakukan sendirian
terhadap dua orang pasien dalam waktu yang sama, serta tak perlu
bermacam-macam peralatan ruwet yang dibutuhkan oleh teknologi maju
sekarang ini. Teknik pengobatannya yang hebat dan sempurna itu sungguh
membuat generasi belakangan sangat takjub.
Generasi muda pengikut Pian Que pun terwarisi oleh sebagian teknik
pengobatan yang luar biasa itu, misalnya dikisahkan Kaisar Dinasti Sung
Utara yang terkena penyakit akibat mengumbar nafsu birahi, pada saat
dia dalam keadaan sekarat, dokter di kerajaan pun kehilangan akal,
kemudian disembuhkan oleh murid Pian Que yang bernama Xu Xishan, maka
Kaisar Dinasti Sung Utara itu memenuhi permintaan Xu lalu mendirikan
sebuah vihara Pian Que untuk mengenang pujangga kedokteran ini.
Pada zaman Pian Que, para dokter tidak sungguh-sungguh mempelajari ilmu
kedokteran untuk mensejahterakan pasien, tapi berpikir bagaimana
caranya agar dapat memeras rakyat. Pian Que dengan tulus mengobati
rakyat, meski membuat banyak orang marah terhadapnya tapi beliau
sedikit pun tak gentar pada pejabat-pejabat yang berkuasa saat itu.
Ketika Kaisar Wu Wang dari Dinasti Qin (221-206 SM) sakit keras,
dokter-dokter tak berdaya lalu mencari Pian Que, tidak terduga bahwa
menteri-menteri yang ada di kanan-kiri kaisar menentang, dan Pian Que
pun dengan kesempatan ini menasihati sang kaisar, jika hendak menata
negara sama halnya mengobati pasien jangan mendengarkan orang yang buta
pengetahuan, sehingga tidak akan mungkin bisa menyembuhkan penyakit
atau mengatur negara dengan baik. Dari sini dapat dilihat jiwa Pian Que
yang tak gentar dan intelijensinya yang melebihi orang lain.
Pian Que dalam ilmu kedokterannya meraih sukses yang luar biasa serta
reputasinya sangat besar dalam kalangan rakyat. Namun jiwa dan
talentanya yang baik hati itu malah mendapat iri dengki dari segelintir
orang, pada tahun 310 SM, dokter istana memerintah Li Mi mengutus orang
menghadang dan membunuhnya di Gunung Chiao (barat daya Provinsi Hepei).
Pian Que dokter masyhur satu generasi itu dengan demikian meninggal
dunia dalam usia 97 tahun.
Sun Simiao (581-682 M, Dinasti Sui dan Dinasti Tang)
Sun Simiao memakai obat bagaikan memimpin tentara, luar biasa teliti
dan akuratnya, sampai-sampai dijuluki "raja obat". Beliau sering datang
ke Gunung Wutai di Kabupaten Yao, Provinsi Shan Xi untuk memetik obat
dan menelitinya, maka itu dijuluki Gunung Obat. Dalam kedua buku
kristalisasi dari hasil jerih payah seumur hidupnya itu yang berjudul:
Qiancin Yaofang dan Qiancin Yifang ini mencatat 5.300 lebih resep obat
secara rinci dan 800 lebih bahan baku obat, serta mengisahkan cara
penggunaan bahan obat-obatan tersebut, bagaimana menanam dan bagaimana
pula mengolah sampai menjadi obat, serta mencatat pengalaman puluhan
tahunnya selama beliau menjalankan praktik klinisnya, oleh karena itu
kedua buku ini dipandang sebagai ensiklopedia ilmu kedokteran yang
terdini di negara China. Dalam buku itu sudah menyinggung resep untuk
mengobati penyakit-penyakit seperti: kusta, disentri, diabetes, koreng,
bisul (radang jaringan sel di bawah kulit), TBC, kelenjar limpa, guiter
(gondok), penyakit kulit, anuria (kencing tersumbat) serta buta ayam
dan sebagainya.

Gambar foto Sun Simiao tokoh tabib pengobatan Tiongkok china kuno
Teknik ilmu pembedahan Sun Simiao pun sangat hebat dan sempurna, beliau
memakai bulu sayap ayam untuk dibikin jarum kait, sebagai alat pembedah
selaput katarak, dan alat pembedah lidah yang bersambung pada rongga
mulut anak-anak. Selain itu, Sun pun mempunyai sebuah monograf (resep
wanita) 7 jilid, menjajagi cara pengobatan serta berbagai penyakit
wanita secara mandiri, termasuk kesehatan di masa hamil, perawatan
setelah bersalin, cara merawat bayi yang baru lahir serta bagaimana
agar tidak terhalang waktu melahirkan (protracted labor) dan sulit
melahirkan (dystocia), ini adalah sangat langka sekali dalam kondisi
sosial di saat itu.
Sun Simiao selain tersohor atas keahliannya dalam teknik pengobatan,
sesungguhnya yang paling disegani orang adalah karena beliau adalah
seorang yang sangat menghargai etika kedokteran. Pada prakata dalam
buku Qiancin Yaofang pada prakata pernah mengatakan, "Nyawa manusia itu
sangat berharga, dia lebih mahal dari seribu batang emas: Jika
tertolong oleh sebuah resep, maka pahalanya jauh lebih dari jumlah emas
itu." Kata-kata tersebut telah tersebarluaskan oleh generasi-generasi
belakangan. Pada bab Dayi Jing Cheng dalam buku tersebut, beliau
lebih-lebih menitikberatkan hasratnya, jika ingin menjadi seorang
dokter yang besar, maka harus mempunyai hati belas kasih, rela menolong
semua orang yang menderita.
Li Shi Zhen
Karya tulis Li Shi Zhen (1518-1593 M) berjudul "Penchao Kangmu" yang
paling akbar dalam hidupnya telah mencatat penjelajahan bersama
muridnya selama 30 tahun ke seluruh Tiongkok antara lain: sisi selatan
dan utara sepanjang Sungai Yangzi serta pegunungan yang tinggi untuk
mencari bahan obat-obatan, termasuk obat dari tumbuh-tumbuhan sebanyak
1.094 jenis, obat dari hewani sebanyak 444 jenis, obat dari mineral
sebanyak 275 jenis dan 79 jenis lain-lainnya, serta 10.096 resep yang
berasal dari kalangan rakyat awam, juga terdapat 1.160 buah gambar,
pengobatan merangkap obat-obatan, aneka gambar dilengkapi keterangan.
Dia tidak sekadar sebuah adikarya dalam ilmu kedokteran saja, bahkan
termasuk zologi, botani, mineralogi, spigmologi (ilmu pemeriksaan
dengan urat nadi), ilmu farmakologi (ilmu membuka resep) dan prinsip
ilmu kedokteran dan sebagainya.
Begitu mengawali proses praktik pengobatan maka Li Shi Zhen telah
menemukan banyak sekali kesalahan dalam buku obat-obatan yang ada, oleh
karena itu, beliau memutuskan menulis kembali sebuah buku baru khusus
herbal. Demi buku satu ini, Li telah mencurahkan jerih payah semasa
hidupnya, ia pernah melanggar aspirasinya dan menjadi seorang pegawai
negeri selama setahun, tadinya mengharapkan tenaga istana kekaisaran
dapat menyusun dan merevisi buku ini, tapi dari kaisar sampai kalangan
rakyat, sedang gemar membuat pil mukjizat mengharapkan hidup awet muda,
Li kemudian berhenti dan pulang mudik. Demi buku ini, beliau masuk ke
pedalaman gunung dan hutan yang banyak ular berbisa untuk mencari
tumbuhan obat-obatan, bahkan uji coba obat dengan tubuhnya sendiri,
makan kecubung wulung untuk mengetes bisanya serta membuat sendiri obat
penawar racunnya. Semangat dan keuletan Li sungguh sangat terpuji.

Gambar foto Li Shi Zhen tokoh tabib pengobatan Tiongkok china kuno
Selain itu, Li Shi Zhen sangat ahli dalam berbagai bidang penyakit,
selain khusus mendalami obat-obatan, dalam ilmu pemeriksaan nadi,
beliau pun mempunyai keahlian tersendiri telah mengemukakan tujuh
meridian istimewa dan delapan meridian, menyingkap fisiologi dan
potologi meridian istimewa (selain 12 meridian utama pada tubuh
manusia, masih ada yang disebut meridian istimewa, jumlahnya 8). Dengan
demikian, ia mempunyai kontribusi sangat menonjol terhadap ilmu
pengobatan klinis dan teori meridian.
Li Shi Zhen juga seorang dokter besar yang mempunyai etika kedokteran
yang luhur, sehari-hari bekerja keras untuk mempelajari prinsip ilmu
pengobatan, menitikberatkan ulang pemeriksaan gejala penyakit,
menganalisa dan mendiagnosa sangat seksama, penggunaan obat pun tepat,
oleh karena itu ketika memberi pengobatan, kabanyakan berhasil dan
sembuh, beliau juga memiliki rasa simpati tinggi terhadap penderita,
sangat mendapat pemujian dari rakyat, dalam waktu beberapa tahun yang
singkat saja namanya sudah dikenal di mana-mana.
Dari kisah dokter-dokter terkenal di zaman Tiongkok dahulu, kita tidak
sulit untuk mengetahui bahwa ilmu kedokteran Tiongkok zaman dahulu
sudah jauh melebihi ilmu pengetahuan Barat, 300-400 tahun Masehi lalu,
di Tiongkok sudah muncul operasi pencangkokan jantung, 100 tahun Masehi
yang lampau sudah ada penyambungan kembali tulang yang patah, cuci
usus, membedah tempurung kepala, juga sudah ada obat bius, operasi
katarak sudah dapat dilakukan mata oleh Sun Simiao pada tahun 500 M
yang lalu. Mengenai pemakaian obat lebih merupakan suatu keterampilan
yang ajaib, begitu obat diminum penyakitnya pun sembuh, pada masa itu
Huatuo berhasil menyembuhkan penyakit kuning dan penyakit tifus oleh
Zhang Zhong Jing, serta masih banyak penyakit-penyakit yang sulit
disembuhkan lainnya, seperti diabetes juga, sudah ada resep
penyembuhannya.
Akupunktur -terapi satu-satunya yang dimiliki oleh Tiongkok, prestasi
dokter-dokter ternama saat itu sudah tinggi sekali, sehingga pengobatan
akupunktur dapat bertahan hingga sekarang. Bahkan dokter di zaman
dahulu ada yang memiliki kemampuan supernormal yang melebihi orang
biasa, misalnya Pian Que hanya berdasarkan pendeteksian mata saja tanpa
harus meraba denyut nadi sudah mampu memaparkan kondisi penyakit pasien
secara ringkas, Huatuo pun tanpa harus dengan bantuan alat apa pun,
sudah bisa mengetahui tumor pada otak Caocao. Titik akupunktur pada
tubuh manusia yang sering dipakai oleh ilmu pengobatan Tionghoa, yang
tadinya selalu tidak diakui oleh perkembangan ilmu pengetahuan Barat
sekaligus tidak dapat terdeteksi olehnya, akhirnya setelah hingga waktu
dekat ini ada yang menemukan titik-titik yang mengeluarkan cahaya dan
terang di posisi tertentu tubuh manusia (posisi titik akupunktur)
dengan menggunakan teknik pemotretan Grian, baru terbukti secara
autentik keajaiban dan sempurnanya teknik ilmu pengobatan orang
Tiongkok kuno yang melebihi manusia zaman sekarang.
Selain itu, dari kisah dokter ajaib, kita dapat menemukan dalam
perkembangan teknik pengobatan, dokter-dokter ajaib itu bukan hanya
sekadar membaca segala buku saja, tapi keluar-masuk ke hutan belantara
dan mencari kelangsungan hidup di alam raya itu. Relatif tak sama
dengan dokter zaman sekarang ini yang hanya mencari metode pengobatan
yang lebih baik dalam disertasi yang ditekuni sepanjang hari, tampaknya
mempunyai perbedaan yang amat besar. Akhir kata, sambil kami tambahkan,
bahwa dokter-dokter besar tersebut dengan dokter zaman sekarang
tampaknya mempunyai perbedaan dalam karakter pribadi yang sangat besar
(Apalagi bandingkan dengan Metode Pengobatan ala Batu Ponari yang
sangat terkenal saat ini di Indonesia? ).
Ilmu kedokteran Tiongkok zaman dulu, adalah sangat maju, dari zaman ke
zaman telah muncul tidak sedikit dokter-dokter kenamaan yang tekniknya
tak ada taranya, misalnya Pian Que --di akhir masa Chun Qiu (407-310
SM), Hua Tuo --di akhir Dinasti Han Timur (25-220 M), Dong Feng serta
Zhang Zhong Jing (tiga orang dokter ajaib dari Jian An 196-220 M),
Huang Pumi dari Dinasti Han Timur (25-220 M), Ge Hong pada Dinasti Cin
Timur (317-420 M), raja obat Sun Simiao (Dinasti Tang 618-907 M), Zhu
Zhen Heng dari Dinasti Yuan 1271-1368 M (salah satu dari 4 dokter besar
pada Dinasti Jin dan Yuan) dan Li Shi Zhen (dokter suci/Dinasti Ming
1368-1644 M) dan sebagainya. Prestasi ilmu kedokteran mereka sangat
menonjol, dari dokter-dokter agung ini dipilih beberapa tokoh-tokoh
representatif, diceritakan secara ringkas dari persembahan mereka
terhadap ilmu kedokteran.
Mereka memandang hambar nama dan kepentingan, berniat menolong orang,
tak suka akan kehidupan mewah yang serba berlimpah, tapi sebaliknya,
jejak mereka tersebar luas di seluruh pelosok Tiongkok, mereka tak
kenal susah payah, melalui perjalanan yang panjang dan berat terjun ke
dalam masyarakat, walau hidup sederhana, akan tetapi hidup damai dan
senang, suka membantu orang. Tujuan semula berkarya menulis buku bukan
untuk mendambakan diri, untuk dikenang orang sepanjang masa, sebaliknya
demi menolong penderitaan berjuta-juta rakyat. Pikiran dan semangat
yang tidak demi kepentingan diri sendiri dan tanpa egois, tanpa
mengejar hasrat semu dan keinginan yang akan dicapai, adalah yang
justru paling dikenang oleh generasi seterusnya. Begitulah potret
dokter kuno Tiongkok.
1.Adam Khoo

Dia
orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV.
Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.
Adam
Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia
dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura.
Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana.
Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya
prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan
teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.
Prestasi
Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah
memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.
Kisah
bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box.
Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22
tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura.
Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan
di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.
2.
Albert Enstein

Siapa
yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang
terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel.
Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga
mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.
3.
Aristotle Onassis

Di
sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak
orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling
sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya
berkata:
Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan
keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat
melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan
menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang.
Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang
dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang
milyuner.
4. Thomas Alva Edison

Suatu
hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah,
pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca
kertas tersebut,
Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami
minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.
Sang ibu
terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, "
anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan
mengajar dia."
Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita
kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya
bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua
ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
Siapa yang sebelumnya
menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari
sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah
ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah
begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.
5.
Chris Gardner

Sudah
pernah nonton film atau baca buku Pursuit of Happyness ? Itulah kisah
nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith.
Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olenya. Kehilangan
tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar
kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah orang berpendidikan
tinggi tapi dia terus berusaha dan berjuang, Kini dia menjadi seorang
milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia
mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.
6.
Ludwig Van Beethoven

Jika
anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8
anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental
dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya
untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru
saja membunuh salah satu komponis masyur dunia. Karena anak yang
dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven. Ketika
Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai
tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9
simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan
biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik
teater, dan banyak lagi.
7. Louis Braille

Louis
Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3
tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan
alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang
satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi
karena kerusakan mata yang lainnya. Kebutaan tidak membuatnya putus asa,
ia menciptakan abjad Braille yang membantu orang buta juga bisa
membaca. Sekarang siapa yang tidak tahu Abjad Braille?
8.
Abraham Lincoln

Kisah
Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani
gagal.
Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan
Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada
tahun1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal
memenangkan kontes pembisara pada tahun1838.
Gagal menduduki dewan
pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada
tahun 1843.
Dilantik menjadi anggota Kongres pada tahun 1846.
Gagal
menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat
pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal
Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860
dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan salah seorang presiden
yang sukses dalam sejarah Amerika.
9. Bill Gates

Nah,
ada yang tidak kenal Bill Gates? William Henry Gates III, atau yang
lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua
umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang
filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia
menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah
Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia DO dari
Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy
10.
Mark Zuckerberg

Nah,
yang satu ini dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang
memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah
situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya,
dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard
untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal
sekarang. Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang
ingin membeli Facebook 10 juta US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000
(kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp.
7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo satu
miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000).
sumber: kaskus.usEmail : admin@bataskota.com